Rabu, 23 November 2011

MERAWAT BAYI BBLR


MENYUSUI BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR  RENDAH

Bobot bayi saat lahir terlalu ringan? Tak perlu kuatir jika Anda tahu cara
merawat dan mengasuh bayi dengan berat badan lahir rendah.

Biasanya, setelah lahir bayi langsung ditimbang. Lalu, kapan bayi dikatakan
memiliki berat lahir rendah? Dari timbangan, akan terlihat jika berat bayi
kurang dari 2500 gram, karena normalnya berat bayi baru lahir minimal 2500 gram.
Bila penimbangan bayi tidak mungkin dilakukan, bagaimana mengenal BBLR?

-           Lingkar lengan atas bayi (diukur pada pertengahan lengan atas)kurang dari 9,5 cm.

-          Tubuh kurang berisi, ototnya lembek dan kulitnya mungkin keriput atau tipis.

-          Bayi lebih kecil dari bayi normal.

      Nah, dalam kondisi seperti ini, bayi perlu mendapat perhatian lebih.Pentingnya perhatian ekstra. Dari penampilannya, bayi yang lahir dengan berat
badan rendah umumnya terlihat sangat kecil. Selain itu, kulit bayi baru lahir
seringkali keriput, dan diselimuti bulu-bulu halus.

Beberapa alasan yang mengharuskan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR)
mendapatkan perhatian dan perawatan ekstra adalah: 

-          Kondisi bayi dengan berat lahir rendah, lemah dan mudah kedinginan (karena
lapisan lemak di bawah kulitnya sangat tipis).

-          Bayi dengan berat lahir rendah biasanya cepat lelah, dan sering tersedak ketika
mengisap ASI. Akibatnya, bayi jadi malas minum. Padahal, tubuhnya membutuhkan
banyak ASI agar beratnya segera normal.

-          Bayi dengan berat lahir rendah rentan terhadap infeksi kuman penyakit. 

-          Bayi dengan berat lahir rendah mudah mengalami gangguan pernapasan. Itu
sebabnya, kadang-kadang bayi dengan berat lahir rendah membutuhkan alat bantu
pernapasan. 

Perlakuannya pun khusus. Selama di rumah sakit, bayi akan diletakkan di
inkubator agar suhu tubuhnya tetap hangat. Nah, setibanya di rumah Anda bisa
melakukan beberapa tindakan berikut :

-          Jaga agar tubuh bayi tetap hangat,bayi dibungkus dengan kain bersih yang lembut dan kepalanya ditutup topi agar tetap hangat.Dengan demikian diharapkan beratnya segera
normal, dan lebih kuat menghadapi kondisi di luar rahim.

-          Menempatkan bayi di ruang hangat

-          Pastikan tangan selalu hangat saat memegang bayi

-          Periksa popoknya secara rutin, dan segera ganti jika basah, agar tidak
kedinginan. Pemeriksaan popok harus sering dilakukan, karena bayi dengan berat
lahir rendah jarang menangis sekalipun popoknya basah, sementara pakaian luarnya
mungkin masih tampak kering.

-          Rawat dengan metode kangaroo care (ayah atau bunda memeluk bayi setiap saat
dengan kulit bayi terkena kulit ayah atau bundanya, lalu tubuh keduanya
diselimuti dengan pakaian tebal dan lembut). Cara ini dilakukan agar panas tubuh
ayah atau bunda mengalir ke tubuh bayi. Penelitian membuktikan, cara ini efektif
bukan saja untuk meningkatkan berat badan bayi, tetapi juga membantu tumbuh
kembang bayi. Mengapa? Selain menghangatkan tubuh bayi, kegiatan ini memberikan
sentuhan kasih sayang yang sangat membantu memulihkan kondisi bayi.

-          Berikan ASI segera setelah bayi lahir. ASI diberikan sedikit-sedikit, tapi
sesering mungkin, sesuai dengan kemampuan bayi. Jika bayi belum bisa mengisap,
ASI dapat diperah dan diberikan sedikit sedikit dengan pipet atau sendok kecil.

-          Bersihkan bekas luka tali pusat bayi dengan teliti dan teratur, agar tetap
steril.

-          Jauhkan bayi dari orang sakit, karena bayi mudah tertular penyakit. Kalaupun
bundanya pilek, pakailah kain penutup hidung ketika menyusui, agar kesehatan
bayi tetap terjaga.

Mengapa terjadi BBLR ?

BBLR terjadi akibat :

-          Bayi lahir sebelum waktunya atau umur kelahiran belum mencapai 9 bulan.

-          Bayi lahir cukup bulan tetapi pertumbuhan ketika dalam kandungan tidak baik oleh karena ibu kurang gizi, kurang darah, sering sakit, banyak merokok atau bekerja berat.

Bagaimana cara membersihkan BBLR ?

-          Segera setelah lahir tubuh bayi dikeringkan dengan kain lunak yang bersih dan kering, bayi tidak boleh dimandikan.

-          Setelah tali pusat dipotong ia harus segera dibungkus dengan kain yang bersih dan kering. Agar tetap hangat, perlu diberi penutup/topi.

-          Setiap hari bayi dibersihkan dengan kain bersih dan tubuhnya diolesi minyak kelapa bersih yang sudah dihangatkan.

-          Setelah 3-7 hari atau bila bayi sudah tampak lebih kuat (salah satu tandanya : bayi mengisap ASI lebih kuat/lebih baik), bayi bisa dibersihkan dengan menggunakan air hangat.

 

Bagaimana Memberikan ASI  Pada Bayi BBLR ?

ASI adalah pilihan utama. ASI mempunyai keuntungan yaitu kadar protein tinggi, laktalbumin, zat kekebalan tubuh, lipase dan asam lemak esensial, laktosa, dan oligosakarida, juga memberikan perlindungan terhadap penyakit. Dari segi psikologis, ASI meningkatkan ikatan antara ibu dan anak. Disarankan bayi menyusu ASI ibunya sendiri, utamanya untuk bayi prematur. Biarkan ia menyusu semaunya. Karena bayi kecil lebih mudah merasa letih dan malas minum, anda bisa menyusuinya lebih sering.
Namun, refleks mengisap dan menelan BBLR biasanya masih sangat lemah. Karena itu, anda  bisa memberikan ASI perah yang disendokkan ke mulut bayi atau bila sangat terpaksa dengan pipa lambung atau pipet.
Apa yang perlu diperhatikan bila menyusui BBLR ?
-          Sebelum menyusui, tangan ibu dicuci dengan air dan sabun.
-          Payudara ibu diurut kearah puting susu agar ASI dapat keluar dengan lancar.
-          Kedua puting susu dibersihkan dengan kapas atau kain bersih yang sudah dibasahi dengan air matang hangat.
-          Bayi dipangku pada posisi tegak. Puting susu dimasukkan ke dalam mulut bayi sampai bagian berwarna cokelat di sekitar puting tertutup oleh mulut bayi.
-          Bila bayi tidak dapat menghisap dengan kuat, ibu dapat membantu memegangi/menyangga dagu bayi.
-          Bila bayi tertidur pada waktu menyusu, bayi dibangunkan dengan menepuk-nepuk pipinya. Hal ini penting karena bayi dengan berat lahir rendah lemah, malas mengisap dan cepat tidur, padahal ia harus banyak minum ASI.
Bagaimana cara memberikan ASI pada BBLR ?
-          Bayi disusui segera setelah lahir. Susu jolong (kolostrum) yang berwarna kekuningan dan keluar pertama kali dari payudara ibu langsung disusukan kepada bayi (jangan dibuang).
-          Bayi disusui sesering mungkin, sedikitnya 2-3 kali pada pagi hari, 2-3 kali pada siang hari, 2-3 kali pada sore hari dan 2-3 kali pada malam hari (kalau perlu ibu bangun pada malam hari untuk menyusui bayinya).
-          Setiap selesai menyusu, bayi dipangku dan ditegakkan sambil ditepuk-tepuk punggungnya agar udara dalam perut dapat keluar.
-          Sisa-sisa ASI di mulut dibersihkan dengan kapas atau kain bersih yang dibasahi air hangat.
-          Bayi diawasi sampai kira-kira 15-30 menit sesudah disusukan.
Apa yang perlu diperhatikan ketika BBLR disusui ?
-          Apakah bayi menjadi biru ?
-          Apakah bayi menjadi sesak nafas, yang ditandai dengan adanya cekungan di bagian tengah pangkal leher atau ulu hati.
-          Apakah keluar susu dari hidung.
-          Apakah perut bayi menjadi kembung.
Apa yang perlu dilakukan bila tanda-tanda bahaya pada BBLR terjadi ?
Yang perlu dilakukan meskipun hanya satu dari tanda-tanda bahaya terjadi adalah :
-          Menyusui dihentikan sementara.
-          Memeriksa apakah :
·         ASI masuk saluran pernafasan, yang ditandai dengan bayi terbatuk-batuk, menjadi biru atau susu keluar dari hidung.
·         Mulut bayi tidak sepenuhnya rapat menghisap puting ibu, sehingga perut kembung.
-          Bila ASI masuk saluran pernafasan, bayi ditelungkupkan, dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya, kemudian punggung bayi ditepuk-tepuk agar ASI keluar. Kalau bayi tetap biru, segera dibawa ke dokter, Rumah Sakit atau Puskesmas.
-          Bila puting ibu tidak sepenuhnya masuk ke dalam mulut bayi, maka payudara harus dimasukkan lebih dalam ke mulut bayi sampai puting dan kulit berwarna cokelat tertutup oleh mulut bayi.
Apa tanda BBLR yang telah cukup menyusu ?
-          Bayi tertidur pulas setelah kenyang menyusu.
-          Bayi akan buang air kecil beberapa kali dalam sehari (minimal 6 X / hari)
-          Bayi akan buang air besar agak padat 1-5 kali setiap hari secara teratur.
-          Berat badan akan semakin bertambah.
Kapan BBLR diperiksakan ke dokter/Rumah Sakit/Puskesmas ? BBLR harus diperiksakan ke dokter/ Rumah Sakit/Puskesmas bila :
-          Bayi menjadi lebih lemah dan kurang dapat menghisap puting ibu walaupun sudah dibantu.
-          Bayi tiba-tiba kurang mau minum, tidak seperti biasanya.
-          Bayi kejang-kejang dengan atau tanpa mulut mencucu.
-          Tali pusat bayi berdarah, kemerahan, berbau atau bernanah.
-          Bayi demam.
-          Tubuh, tangan dan kaki bayi tetap dingin, walaupun ia sudah dibungkus dengan kain hangat, kepalanya diberi topi dan didekap.
-          Bayi bernafas dengan cepat atau sulit bernafas.
-          Bayi sulit dibangunkan, yang mungkin disebabkan kesadaran yang menurun.
-          Bayi tampak kuning, terlihat lebih jelas pada hidung, pipi dan bagian muka lainnya.
-          Bayi mencret atau muntah-muntah.
-          Bayi mulai merintih, tidak menangis seperti biasanya.
Bagaimana mencegah BBLR pada masa hamil ?
-          Ibu hamil makan lebih banyak atau 1 kali lebih sering daripada sebelum hamil dengan menu seimbang.
-          Ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara teratur minimal 4 kali. Bila kenaikan berat badannya kurang dari 1 kg per bulan, ia perlu segera meminta pertolongan ke Puskesmas.
-          Ibu hamil minum tablet besi secara teratur setiap hari 1 tablet, minimal 90 tablet. Tablet besi dapat diperoleh di Posyandu, Pondok bersalin di desa dan Puskesmas.
-          Ibu hamil mengurangi kerja yang melelahkan, mendapat istirahat yang cukup dan tidur lebih awal.
-          Menjaga jarak antar kehamilan paling sedikit 2 tahun.
Berikan kasih sayang
Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah anda dan suami, serta keluarga menerima sepenuhnya kondisi bayi. Rajin memberikan sentuhan pada bayi agar tumbuh kembangnya menjadi optimal. 

2 komentar:

  1. Terima kasih sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. terima kasih infonya...sgt bermanfaat buat saya yg blm punya pengalaman merawat bayi dg bblr. Saya baru melahirkan bayi dg bblr bbrp hr yg lalu...sempat kebingungan dan khawatir..

    BalasHapus