MENYUSUI BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
Bobot bayi saat lahir terlalu
ringan? Tak perlu kuatir jika Anda tahu cara
merawat dan mengasuh bayi dengan berat badan lahir
rendah.
Biasanya, setelah lahir bayi
langsung ditimbang. Lalu, kapan bayi dikatakan
memiliki berat lahir rendah? Dari timbangan, akan
terlihat jika berat bayi
kurang dari 2500 gram, karena normalnya berat bayi
baru lahir minimal 2500 gram.
Bila penimbangan bayi tidak mungkin dilakukan, bagaimana mengenal BBLR?
-
Lingkar lengan atas bayi (diukur pada
pertengahan lengan atas)kurang dari 9,5 cm.
-
Tubuh kurang berisi, ototnya
lembek dan kulitnya mungkin keriput atau tipis.
-
Bayi lebih kecil dari bayi
normal.
Nah, dalam
kondisi seperti ini, bayi perlu mendapat perhatian lebih.Pentingnya perhatian
ekstra. Dari penampilannya, bayi yang lahir dengan berat
badan rendah umumnya terlihat sangat kecil. Selain
itu, kulit bayi baru lahir
seringkali keriput, dan diselimuti bulu-bulu
halus.
Beberapa alasan yang
mengharuskan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR)
mendapatkan perhatian dan perawatan ekstra
adalah:
-
Kondisi bayi dengan berat
lahir rendah, lemah dan mudah kedinginan (karena
lapisan lemak di bawah kulitnya sangat tipis).
-
Bayi dengan berat lahir rendah
biasanya cepat lelah, dan sering tersedak ketika
mengisap ASI. Akibatnya, bayi jadi malas minum.
Padahal, tubuhnya membutuhkan
banyak ASI agar beratnya segera normal.
-
Bayi dengan berat lahir rendah
rentan terhadap infeksi kuman penyakit.
-
Bayi dengan berat lahir rendah
mudah mengalami gangguan pernapasan. Itu
sebabnya, kadang-kadang bayi dengan berat lahir
rendah membutuhkan alat bantu
pernapasan.
Perlakuannya pun
khusus. Selama di rumah sakit, bayi akan diletakkan di
inkubator agar suhu tubuhnya tetap hangat. Nah,
setibanya di rumah Anda bisa
melakukan beberapa tindakan berikut :
-
Jaga agar tubuh bayi tetap
hangat,bayi dibungkus dengan kain
bersih yang lembut dan kepalanya ditutup topi agar tetap hangat.Dengan demikian
diharapkan beratnya segera
normal, dan lebih kuat menghadapi kondisi di luar
rahim.
-
Menempatkan bayi di ruang
hangat
-
Pastikan tangan selalu
hangat saat memegang bayi
-
Periksa popoknya secara rutin,
dan segera ganti jika basah, agar tidak
kedinginan. Pemeriksaan popok harus sering dilakukan,
karena bayi dengan berat
lahir rendah jarang menangis sekalipun popoknya
basah, sementara pakaian luarnya
mungkin masih tampak kering.
-
Rawat dengan metode kangaroo
care (ayah atau bunda memeluk bayi setiap saat
dengan kulit bayi terkena kulit ayah atau
bundanya, lalu tubuh keduanya
diselimuti dengan pakaian tebal dan lembut). Cara
ini dilakukan agar panas tubuh
ayah atau bunda mengalir ke tubuh bayi. Penelitian
membuktikan, cara ini efektif
bukan saja untuk meningkatkan berat badan bayi,
tetapi juga membantu tumbuh
kembang bayi. Mengapa? Selain menghangatkan tubuh
bayi, kegiatan ini memberikan
sentuhan kasih sayang yang sangat membantu
memulihkan kondisi bayi.
-
Berikan ASI segera setelah
bayi lahir. ASI diberikan sedikit-sedikit, tapi
sesering mungkin, sesuai dengan kemampuan bayi.
Jika bayi belum bisa mengisap,
ASI dapat diperah dan diberikan sedikit sedikit
dengan pipet atau sendok kecil.
-
Bersihkan bekas luka tali
pusat bayi dengan teliti dan teratur, agar tetap
steril.
-
Jauhkan bayi dari orang sakit,
karena bayi mudah tertular penyakit. Kalaupun
bundanya pilek, pakailah kain penutup hidung
ketika menyusui, agar kesehatan
bayi tetap terjaga.
Mengapa terjadi BBLR ?
BBLR
terjadi akibat :
-
Bayi lahir sebelum waktunya
atau umur kelahiran belum mencapai 9 bulan.
-
Bayi
lahir cukup bulan tetapi pertumbuhan ketika dalam kandungan tidak baik oleh
karena ibu kurang gizi, kurang darah, sering sakit, banyak merokok atau bekerja
berat.
Bagaimana cara membersihkan BBLR ?
-
Segera setelah lahir tubuh
bayi dikeringkan dengan kain lunak yang bersih dan kering, bayi tidak boleh
dimandikan.
-
Setelah tali pusat dipotong ia
harus segera dibungkus dengan kain yang bersih dan kering. Agar tetap hangat,
perlu diberi penutup/topi.
-
Setiap hari bayi dibersihkan
dengan kain bersih dan tubuhnya diolesi minyak kelapa bersih yang sudah
dihangatkan.
-
Setelah 3-7 hari atau bila
bayi sudah tampak lebih kuat (salah satu tandanya : bayi mengisap ASI lebih
kuat/lebih baik), bayi bisa dibersihkan dengan menggunakan air hangat.
Bagaimana
Memberikan ASI Pada Bayi BBLR ?
ASI adalah pilihan utama. ASI mempunyai
keuntungan yaitu kadar protein tinggi, laktalbumin, zat kekebalan tubuh, lipase
dan asam lemak esensial, laktosa, dan oligosakarida, juga memberikan
perlindungan terhadap penyakit. Dari segi psikologis, ASI meningkatkan ikatan
antara ibu dan anak. Disarankan bayi menyusu ASI ibunya sendiri, utamanya untuk
bayi prematur. Biarkan ia menyusu semaunya. Karena bayi kecil lebih mudah merasa
letih dan malas minum, anda bisa menyusuinya lebih sering.
Namun, refleks mengisap dan menelan BBLR
biasanya masih sangat lemah. Karena itu, anda bisa memberikan ASI
perah yang disendokkan ke mulut bayi atau bila sangat terpaksa dengan pipa
lambung atau pipet.
Apa yang perlu diperhatikan bila menyusui BBLR ?
-
Sebelum menyusui, tangan ibu dicuci dengan air
dan sabun.
-
Payudara ibu diurut kearah puting susu agar ASI
dapat keluar dengan lancar.
-
Kedua puting susu dibersihkan dengan kapas atau
kain bersih yang sudah dibasahi dengan air matang hangat.
-
Bayi dipangku pada posisi tegak. Puting susu
dimasukkan ke dalam mulut bayi sampai bagian berwarna cokelat di sekitar puting
tertutup oleh mulut bayi.
-
Bila bayi tidak dapat menghisap dengan kuat, ibu
dapat membantu memegangi/menyangga dagu bayi.
-
Bila bayi tertidur pada waktu menyusu, bayi
dibangunkan dengan menepuk-nepuk pipinya. Hal ini penting karena bayi dengan
berat lahir rendah lemah, malas mengisap dan cepat tidur, padahal ia harus
banyak minum ASI.
Bagaimana cara memberikan ASI pada
BBLR ?
-
Bayi disusui segera setelah lahir. Susu jolong
(kolostrum) yang berwarna kekuningan dan keluar pertama kali dari payudara ibu
langsung disusukan kepada bayi (jangan dibuang).
-
Bayi disusui sesering mungkin, sedikitnya 2-3
kali pada pagi hari, 2-3 kali pada siang hari, 2-3 kali pada sore hari dan 2-3
kali pada malam hari (kalau perlu ibu bangun pada malam hari untuk menyusui
bayinya).
-
Setiap selesai menyusu, bayi dipangku dan
ditegakkan sambil ditepuk-tepuk punggungnya agar udara dalam perut dapat keluar.
-
Sisa-sisa ASI di mulut dibersihkan dengan kapas
atau kain bersih yang dibasahi air hangat.
-
Bayi diawasi sampai kira-kira 15-30 menit sesudah
disusukan.
Apa yang perlu diperhatikan ketika
BBLR disusui ?
-
Apakah bayi menjadi biru ?
-
Apakah bayi menjadi sesak nafas, yang ditandai
dengan adanya cekungan di bagian tengah pangkal leher atau ulu hati.
-
Apakah keluar susu dari hidung.
-
Apakah perut bayi menjadi kembung.
Apa yang perlu dilakukan bila tanda-tanda
bahaya pada BBLR terjadi ?
Yang perlu dilakukan meskipun hanya
satu dari tanda-tanda bahaya terjadi adalah :
-
Menyusui dihentikan sementara.
-
Memeriksa apakah :
·
ASI masuk saluran pernafasan, yang ditandai
dengan bayi terbatuk-batuk, menjadi biru atau susu keluar dari hidung.
·
Mulut bayi tidak sepenuhnya rapat menghisap
puting ibu, sehingga perut kembung.
-
Bila ASI masuk saluran pernafasan, bayi
ditelungkupkan, dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya, kemudian
punggung bayi ditepuk-tepuk agar ASI keluar. Kalau bayi tetap biru, segera
dibawa ke dokter, Rumah Sakit atau Puskesmas.
-
Bila puting ibu tidak sepenuhnya masuk ke dalam
mulut bayi, maka payudara harus dimasukkan lebih dalam ke mulut bayi sampai
puting dan kulit berwarna cokelat tertutup oleh mulut bayi.
Apa tanda BBLR yang telah cukup
menyusu ?
-
Bayi tertidur pulas setelah kenyang menyusu.
-
Bayi akan buang air kecil beberapa kali dalam
sehari (minimal 6 X / hari)
-
Bayi akan buang air besar agak padat 1-5 kali
setiap hari secara teratur.
-
Berat badan akan semakin bertambah.
Kapan BBLR diperiksakan ke
dokter/Rumah Sakit/Puskesmas ? BBLR harus diperiksakan ke dokter/ Rumah
Sakit/Puskesmas bila :
-
Bayi menjadi lebih lemah dan kurang dapat
menghisap puting ibu walaupun sudah dibantu.
-
Bayi tiba-tiba kurang mau minum, tidak seperti biasanya.
-
Bayi kejang-kejang dengan atau tanpa mulut
mencucu.
-
Tali pusat bayi berdarah, kemerahan, berbau atau
bernanah.
-
Bayi demam.
-
Tubuh, tangan dan kaki bayi tetap dingin,
walaupun ia sudah dibungkus dengan kain hangat, kepalanya diberi topi dan
didekap.
-
Bayi bernafas dengan cepat atau sulit bernafas.
-
Bayi sulit dibangunkan, yang mungkin disebabkan
kesadaran yang menurun.
-
Bayi tampak kuning, terlihat lebih jelas pada
hidung, pipi dan bagian muka lainnya.
-
Bayi mencret atau muntah-muntah.
-
Bayi mulai merintih, tidak menangis seperti
biasanya.
Bagaimana mencegah BBLR pada masa
hamil ?
-
Ibu hamil makan lebih banyak atau 1 kali lebih
sering daripada sebelum hamil dengan menu seimbang.
-
Ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara
teratur minimal 4 kali. Bila kenaikan berat badannya kurang dari 1 kg per
bulan, ia perlu segera meminta pertolongan ke Puskesmas.
-
Ibu hamil minum tablet besi secara teratur setiap
hari 1 tablet, minimal 90 tablet. Tablet besi dapat diperoleh di Posyandu,
Pondok bersalin di desa dan Puskesmas.
-
Ibu hamil mengurangi kerja yang melelahkan,
mendapat istirahat yang cukup dan tidur lebih awal.
-
Menjaga jarak antar kehamilan paling sedikit 2
tahun.
Berikan kasih sayang
Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah anda dan suami, serta keluarga menerima sepenuhnya kondisi
bayi. Rajin memberikan sentuhan pada bayi agar tumbuh kembangnya menjadi
optimal.
Terima kasih sangat bermanfaat
BalasHapusterima kasih infonya...sgt bermanfaat buat saya yg blm punya pengalaman merawat bayi dg bblr. Saya baru melahirkan bayi dg bblr bbrp hr yg lalu...sempat kebingungan dan khawatir..
BalasHapus