Banyak mitos yang
beredar di masyarakat seputar kehamilan dan persalinan. Sebenarnya jika mitos
itu tidak merugikan kesehatan dan tidak menimbulkan masalah psikologis mungkin
tidak menjadi masalah. Tetapi ada beberapa
mitos yang merugikan kesehatan, yang menimbulkan masalah psikologis, yang tidak
begitu saja bisa dihilangkan dari tengah-tengah masyarakat, mengingat
mitos-mitos tersebut sudah melekat kuat di masyarakat. Beberapa contoh dari
mitos-mitos tersebut di antaranya :
1.
Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah
dari vagina
Hal ini tentu akan berdampak pada psikologis wanita, karena dia
akan mengalami kecemasan ketika akan melakukan hubungan sex pada malam pertama
(takut tidak bisa membuktikan bahwa dia masih perawan).
Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu
keliahatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan
hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup
bisa tidak memunculkan adanya perdarahan.
2.
Selaput dara yang robek
berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi .
Ini
juga mempunyai dampak psikologis pada wanita, di mana dia juga akan mengalami
kecemasan akankah bisa membuktikan bahwa dia masih perawan.
Faktanya tidak selalu
demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang
dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput
dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda
dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan
seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks
berkali-kali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena selaput
daranya elastis.
3. Ibu hamil tidak
boleh makan telur ayam
Karena dikhawatirkan
nanti ketika melahirkan akan kebingungan seperti ayam yang akan bertelur. Padahal
telur ayam kaya protein yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak janin.
Jadi mitos ini sangat merugikan kesehatan. Dampak psikologisnya : ibu akan
takut makan telur ayam, karena takut nantinya akan mengalami kesulitan ketika
bersalin.
4. Minum es menyebabkan
janin tumbuh besar
Belum ada
penelitian yang dapat membuktikan bahwa air es menyebabkan bayi besar. Yang
menimbulkan masalah kalau ibu hamil banyak minum-minuman yang serba mengandung
gula, seperti es teh manis, es campur, es teller, dan sebagainya. Jika ibu
hamil sering minum es yang banyak mengandung gula, bisa jadi bayi akan besar
karena kalori yang dimakan ibu menjadi lebih banyak. Selain kelebihan gula,
ukuran janin juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua
yang bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar. Asupan
nutrisi yang baik sangat mempengaruhi perkembangan fisik janin, sehingga janin
akan berkembang dengan baik. Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, juga
bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki
berat badan yang lebih besar.
5. Ibu hamil tidak boleh
makan nanas dan durian
Sebenarnya
jika hanya makan satu butir durian atau sepotong nanas tidak masalah. Yang penting
ibu hamil tidak alergi dengan makanan tersebut. Nanas sendiri sebenarnya
merangsang ibu hami luntuk mual karena sifatnya yang asam.
4. Minum air rumput
Fatimah memudahkan ibu melahirkan
Rumput
Fatimah yang juga dikenal dengan nama Labisia pumila ini, berdasarkan kajian
atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998 dikatakan
mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Biasanya
rumput Fatimah ini direndam dalam air sampai mengembang, kemudian air
rendamannya diminum. Namun, karena obat ini merupakan obat tradisional, maka
takarannyapun belum jelas. Ada yang minum satu teguk saja sudah mules luar
biasa, ada yang mium sebotol baru mulai mules.
Jika rendaman ini diminum oleh ibu hamil yang pembukaan jalan lahirnya masih
kecil, akan menimbulkan kontraksi yang hebat di dalam rahim. Padahal jalan
lahir belum terbuka sehingga bias terjadi robekan jalan lahir. Akibatnya bisa
fatal dan berbahaya bagi bayi.
5. Minum minyak kelapa
agar mudah melahirkan
Hal tersebut
tidak benar. Minyak kelapa jika diminum akan masuk ke saluran pencernaan dan
hanya akan menambah kandungan lemak nabati ibu saja. Jika pada proses
persalinan, jalan lahir diberi jeli atau minyak kelapa, itu mungkin masuk
akal,dengan catatan kebersihan dari minyak kelapa terjamin. Yang mempengaruhi
lancar tidaknya kelahiran adalah ukuran panggul, berat bayi, dan pecah atau
belumnya air ketuban. Bagi ibu hamil yang tetap ingin mengkonsumsi semacam
virgin coconut oil (VCO) tidak dilarang, tapi jangan terlalu berharap bahwa
lahirnya bayi pasti akan lancar dan cepat.
6. Minum air kelapa dapat mempercepat
persalinan, menyuburkan rambut bayi, dan
membuat kulit bayi putih
Belum ada
penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi
oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan
air ketuban putih dan bersih. Minum air kelapa hijau juga tidak berkaitan
dengan rambut bayi. Namun air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung
elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa
hijau agar tetap bugar. Terus, tidak ada hubungannya antara minum air kelapa
dengan kulit bati yang putih. Belum ada penelitian yang membuktikan hal
tersebut sebab ada orang yang tidak minum air kelapa tapi bayinya tetap putih.
7. Bentuk Perut
Menentukan Jenis Kelamin Bayi.
Tidak benar.
Dokter kandungan kadang memang bisa memperkirakan jenis kelamin janin dari luar
berdasarkan hormon-hormon kehamilan, misalnya ibu yang mukanya lebih
hitam,lebih jerawatan dan keringat berlebih mungkin saja anaknya laki-laki
karena memperlihatkan hormon androgen yang lebih dominan. Tapi bukan berarti
penilaian lewat hormon selalu tepat. terbukti benar tidaknya, lewat USG. Namun
USG pun bisa jadi salah, apalagi hanya penampakan luarnya. Bentuk perut ibu
hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan.
Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin
memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga
tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak
pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu
yang pernah hamil beberapa kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur.
Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya akan lebih besar
dan bulat.
8. Minum susu kedelai atau makanan yang terbuat dari kacang
kedelai akan membuat bayi berkulit putih.
Minum susu
kedelai ataupun makan makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak
berpengaruh pada warna kulit bayi. Warna kulit bayi diturunkan secara genetis
dari orang tuanya.
9. Mengurut
perut ibu hamil
Mitos ini
banyak dipercaya di masayarakat. Padahal mengurut perut ibu hamil dapat meningkatkan
resiko terjadinya keguguran dan gangguan janin, yaitu janin mengalami stress
atau tekanan. Jika janin mengalami stress atau tekanan, pertumbuhannya dapat
terganggu.
10. Upacara
7 Bulanan agar persalinan lancar
Pada Upacara
7 Bulanan, calon ibu dan calon ayah diminta meloloskan ikan/belut melalui kain
sarung yang dikenakan ibu. Jika ikan/belut keluar dengan lancar (tak
menyangkut), pertanda persalinan bakal lancar.
Dampak psikologis
: ibu takut jika tidak melakukan upacara 7 bulanan, persalinan tidak lancar. Tentu
saja itu tak benar. Karena lancar-tidaknya sebuah proses persalinan tergantung
pada berat janin, tenaga mengejan si ibu, dan jalan lahir. Jika semuanya saling
mendukung, Insyaalloh persalinan akan lancar.
11.Jika ibu
hamil senang berdandan maka bayinya yang perempuan.
Ini tidak
sepenuhnya benar. Memang, bawaan ibu hamil berbeda-beda. Ada yang lebih suka
berdandan agar terkesan rapi. Ada yang malas bersolek karena perut gendutnya
sudah cukup membuatnya repot dan kegerahan. Yang jelas, laki-laki atau
perempuan ditentukan oleh sperma ayah. Jika kromosom X dari sperma ayah bertemu
dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya dipastikan perempuan. Tapi
jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka
bayinya laki-laki.
12.Bentuk
perut ibu menentukan jenis kelamin bayi
Jika bentuk
perut ibu selama hamil meruncing, ia
akan melahirkan bayi lelaki, jika bundar, yang akan lahir bayi perempuan. Tentu ini tidak benar. Pada
kehamilan pertama, perut cenderung membulat di atas. Karena otot-otot dinding
perut masih kuat sehingga Sebenarnya jika ibu makan sewajarnya, tidak
berlebihan maka tidak menjadi masalah. mampu menyangga rahim . Sedang
pada kehamilan berikutnya yang bertambah besar dan berat cenderung turun ke
bawah. Ini disebabkan otot-otot dinding perut sudah mulai kendor dan tak
terlalu baik menyangganya. Bisa juga disebabkan posisi bayi. Jika melintang,
bisa dipastikan perut ibu melebar ke samping. Begitu pun jumlah cairan ketuban.
Jika jumlahnya banyak, perut pun kelihatan lebih besar.
13. Ibu
menyusui tidak boleh makan cabe,karena bayi akan diare
Tetapi
jika ibu makan cabe terlalu banyak kemungkinan akan menyebabkan diare pada ibu,
bukan pada bayi. Dan jika ibu tidak memperhatikan kebersihan maka bayi bisa
tertular diare, tapi bukan dari ASI.
14. Ibu
harus selalu membawa gunting kecil jika pergi atau diletakkan dekat bayi jika
bayi tidur, karena akan melindungi dari makhluk halus.
Tentu
saja ini tidak benar, karena benda-benda tersebut tidak akan mampu memberikan perlindungan,
tapi justru bisa melukai jika tidak berhati-hati. Dan keyakinan seperti itu
akan menyebabkan seseorang akan terjatuh kepada syirik, karena menganggap benda
bisa memberikan perlindungan, padahal hanya Alloh yang bisa memberikan perlindungan.
15. Ibu
nifas tidak boleh makan telur atau daging karena akan menyebabkan luka lama keringnya ( Jawa : mblenyek)
Dampak
psikologisnya adalah ibu menjadi takut makan telur dan daging karena takut
lukanya lama kering. Tentu saja ini tidak benar karena telur dan daging
mengandung protein yang tinggi yang sangat diperlukan untuk proses penyembuhan.
Demikian mitos-mitos
seputar sex, kehamilan dan persalinan yang ditemukan di daerah Wonogiri, Jawa
Tengah. Dampak psikologisnya adalah bagi orang-orang yang tidak mempunyai cukup
pengetahuan tentang kesehatan, dia akan takut melanggar mitos-mitos tersebut,
karena takut akan berdampak buruk bagi kehamilan/persalinannya. Padahal di
antara mitos-mitos tersebut di atas ada beberapa yang merugikan kesehatan. Ini
tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan
kepada masyarakat bahwa mitos tersebut tidak benar. Mengingat mitos-mitos
tersebut sudah melekat kuat di masyarakat, tentunya perlu “trik” tersendiri
untuk menghapuskannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar