Minggu, 27 November 2011

mitos-mitos seputar hamil dan nifas


Banyak mitos yang beredar di masyarakat seputar kehamilan dan persalinan. Sebenarnya jika mitos itu tidak merugikan kesehatan dan tidak menimbulkan masalah psikologis mungkin tidak menjadi masalah. Tetapi  ada beberapa mitos yang merugikan kesehatan, yang menimbulkan masalah psikologis, yang tidak begitu saja bisa dihilangkan dari tengah-tengah masyarakat, mengingat mitos-mitos tersebut sudah melekat kuat di masyarakat. Beberapa contoh dari mitos-mitos tersebut di antaranya :
1.    Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina
Hal ini tentu akan berdampak pada psikologis wanita, karena dia akan mengalami kecemasan ketika akan melakukan hubungan sex pada malam pertama (takut tidak bisa membuktikan bahwa dia masih perawan).
Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu keliahatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan.
2.     Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi .
     Ini juga mempunyai dampak psikologis pada wanita, di mana dia juga akan mengalami kecemasan akankah bisa membuktikan bahwa dia masih perawan.
     Faktanya tidak selalu demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks berkali-kali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena selaput daranya elastis.
3. Ibu hamil tidak boleh makan telur ayam
Karena dikhawatirkan nanti ketika melahirkan akan kebingungan seperti ayam yang akan bertelur. Padahal telur ayam kaya protein yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak janin. Jadi mitos ini sangat merugikan kesehatan. Dampak psikologisnya : ibu akan takut makan telur ayam, karena takut nantinya akan mengalami kesulitan ketika bersalin.
4. Minum es menyebabkan janin tumbuh besar
Belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa air es menyebabkan bayi besar. Yang menimbulkan masalah kalau ibu hamil banyak minum-minuman yang serba mengandung gula, seperti es teh manis, es campur, es teller, dan sebagainya. Jika ibu hamil sering minum es yang banyak mengandung gula, bisa jadi bayi akan besar karena kalori yang dimakan ibu menjadi lebih banyak. Selain kelebihan gula, ukuran janin juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua yang bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar. Asupan nutrisi yang baik sangat mempengaruhi perkembangan fisik janin, sehingga janin akan berkembang dengan baik. Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, juga bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan  memiliki berat badan yang lebih besar.


5. Ibu hamil tidak boleh makan nanas dan durian
Sebenarnya jika hanya makan satu butir durian atau sepotong nanas tidak masalah. Yang penting ibu hamil tidak alergi dengan makanan tersebut. Nanas sendiri sebenarnya merangsang ibu hami luntuk mual karena sifatnya yang asam.
4. Minum air rumput Fatimah memudahkan ibu melahirkan
Rumput Fatimah yang juga dikenal dengan nama Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998 dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Biasanya rumput Fatimah ini direndam dalam air sampai mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Namun, karena obat ini merupakan obat tradisional, maka takarannyapun belum jelas. Ada yang minum satu teguk saja sudah mules luar biasa, ada yang mium sebotol baru mulai  mules. Jika rendaman ini diminum oleh ibu hamil yang pembukaan jalan lahirnya masih kecil, akan menimbulkan kontraksi yang hebat di dalam rahim. Padahal jalan lahir belum terbuka sehingga bias terjadi robekan jalan lahir. Akibatnya bisa fatal dan berbahaya bagi bayi.
5. Minum minyak kelapa agar mudah melahirkan
Hal tersebut tidak benar. Minyak kelapa jika diminum akan masuk ke saluran pencernaan dan hanya akan menambah kandungan lemak nabati ibu saja. Jika pada proses persalinan, jalan lahir diberi jeli atau minyak kelapa, itu mungkin masuk akal,dengan catatan kebersihan dari minyak kelapa terjamin. Yang mempengaruhi lancar tidaknya kelahiran adalah ukuran panggul, berat bayi, dan pecah atau belumnya air ketuban. Bagi ibu hamil yang tetap ingin mengkonsumsi semacam virgin coconut oil (VCO) tidak dilarang, tapi jangan terlalu berharap bahwa lahirnya bayi pasti akan lancar dan cepat.
6. Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan, menyuburkan rambut bayi, dan
    membuat kulit bayi putih
Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih. Minum air kelapa hijau juga tidak berkaitan dengan rambut bayi. Namun air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau agar tetap bugar. Terus, tidak ada hubungannya antara minum air kelapa dengan kulit bati yang putih. Belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut sebab ada orang yang tidak minum air kelapa tapi bayinya tetap putih.
7. Bentuk Perut Menentukan Jenis Kelamin Bayi.
Tidak benar. Dokter kandungan kadang memang bisa memperkirakan jenis kelamin janin dari luar berdasarkan hormon-hormon kehamilan, misalnya ibu yang mukanya lebih hitam,lebih jerawatan dan keringat berlebih mungkin saja anaknya laki-laki karena memperlihatkan hormon androgen yang lebih dominan. Tapi bukan berarti penilaian lewat hormon selalu tepat. terbukti benar tidaknya, lewat USG. Namun USG pun bisa jadi salah, apalagi hanya penampakan luarnya. Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapa kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya akan lebih besar dan bulat.
8. Minum susu kedelai atau makanan yang terbuat dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih.
Minum susu kedelai ataupun makan makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak berpengaruh pada warna kulit bayi. Warna kulit bayi diturunkan secara genetis dari orang tuanya.
9. Mengurut perut ibu hamil
Mitos ini banyak dipercaya di masayarakat. Padahal mengurut perut ibu hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran dan gangguan janin, yaitu janin mengalami stress atau tekanan. Jika janin mengalami stress atau tekanan, pertumbuhannya dapat terganggu.
10. Upacara 7 Bulanan agar persalinan lancar
Pada Upacara 7 Bulanan, calon ibu dan calon ayah diminta meloloskan ikan/belut melalui kain sarung yang dikenakan ibu. Jika ikan/belut keluar dengan lancar (tak menyangkut), pertanda persalinan bakal lancar.
Dampak psikologis : ibu takut jika tidak melakukan upacara 7 bulanan, persalinan tidak lancar. Tentu saja itu tak benar. Karena lancar-tidaknya sebuah proses persalinan tergantung pada berat janin, tenaga mengejan si ibu, dan jalan lahir. Jika semuanya saling mendukung, Insyaalloh persalinan akan lancar.
11.Jika ibu hamil senang berdandan maka bayinya yang perempuan.
Ini tidak sepenuhnya benar. Memang, bawaan ibu hamil berbeda-beda. Ada yang lebih suka berdandan agar terkesan rapi. Ada yang malas bersolek karena perut gendutnya sudah cukup membuatnya repot dan kegerahan. Yang jelas, laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma ayah. Jika kromosom X dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya dipastikan perempuan. Tapi jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka bayinya laki-laki.
12.Bentuk perut ibu menentukan jenis kelamin bayi
Jika bentuk perut ibu  selama hamil meruncing, ia akan melahirkan bayi lelaki, jika bundar, yang akan lahir bayi  perempuan. Tentu ini tidak benar. Pada kehamilan pertama, perut cenderung membulat di atas. Karena otot-otot dinding perut masih kuat sehingga Sebenarnya jika ibu makan sewajarnya, tidak berlebihan maka tidak menjadi masalah. mampu menyangga rahim . Sedang pada kehamilan berikutnya yang bertambah besar dan berat cenderung turun ke bawah. Ini disebabkan otot-otot dinding perut sudah mulai kendor dan tak terlalu baik menyangganya. Bisa juga disebabkan posisi bayi. Jika melintang, bisa dipastikan perut ibu melebar ke samping. Begitu pun jumlah cairan ketuban. Jika jumlahnya banyak, perut pun kelihatan lebih besar.
13. Ibu menyusui tidak boleh makan cabe,karena bayi akan diare
Tetapi jika ibu makan cabe terlalu banyak kemungkinan akan menyebabkan diare pada ibu, bukan pada bayi. Dan jika ibu tidak memperhatikan kebersihan maka bayi bisa tertular diare, tapi bukan dari ASI.



14. Ibu harus selalu membawa gunting kecil jika pergi atau diletakkan dekat bayi jika bayi tidur, karena akan melindungi dari makhluk halus.
Tentu saja ini tidak benar, karena benda-benda tersebut tidak akan mampu memberikan perlindungan, tapi justru bisa melukai jika tidak berhati-hati. Dan keyakinan seperti itu akan menyebabkan seseorang akan terjatuh kepada syirik, karena menganggap benda bisa memberikan perlindungan, padahal hanya Alloh yang bisa memberikan perlindungan.
15. Ibu nifas tidak boleh makan telur atau daging karena akan menyebabkan luka lama         keringnya ( Jawa : mblenyek)
Dampak psikologisnya adalah ibu menjadi takut makan telur dan daging karena takut lukanya lama kering. Tentu saja ini tidak benar karena telur dan daging mengandung protein yang tinggi yang sangat diperlukan untuk proses penyembuhan.

        Demikian mitos-mitos seputar sex, kehamilan dan persalinan yang ditemukan di daerah Wonogiri, Jawa Tengah. Dampak psikologisnya adalah bagi orang-orang yang tidak mempunyai cukup pengetahuan tentang kesehatan, dia akan takut melanggar mitos-mitos tersebut, karena takut akan berdampak buruk bagi kehamilan/persalinannya. Padahal di antara mitos-mitos tersebut di atas ada beberapa yang merugikan kesehatan. Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa mitos tersebut tidak benar. Mengingat mitos-mitos tersebut sudah melekat kuat di masyarakat, tentunya perlu “trik” tersendiri untuk menghapuskannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar